The Birth

Tumbuh dan berkembang di Pulau Bangka. Menghabiskan masa kecilnya di sana sampai dengan SMA.

Play, Learn and Grow

Bermain, belajar dan tumbuh di pulau Bangka, salah satu pulau terindah. Bermain untuk kesenangan, belajar menghadapi hidup dan tumbuh bersama orang lain.

Life for Something

Hari demi hari-senang,sedih,tawa jadi bagian dari hidup. Tantangan?Apa seninya hidup tanpa tantangan?

To be Somebody

To be somebody or nobody. Life for something or nothing. Work hard, Play hard, Die hard to achieve dreams.

Rest in Peace

Life for nothing or die for something. When the time coming, He will gone but never forgotten.

Journey To The East



"The East" bukan nama tempat di Jakarta loh. :p. Maksudnya adalah "ke timur".
Gk berasa setelah persiapan dari bulan Desember tahun kemarin, waktunya tiba juga. Besok siang gw akan berangkat travelling lagi. Yup, kali ini 'solo travelling'. Dan tujuannya adalah!!! LOMBOK!!! :)

Setelah persiapan yang panjang, mulai dari rencana itinerary sampai ke persiapan fisik dan mental(mau travelling atau tinju?) akhirnya gw akan melaksanakannya.

Semua sudah siap, mudah2an berjalan dengan lancar dan damai. Mudah2an dengan perjalanan ini gw bisa memperoleh pelajaran berharga yang berguna buat kehidupan gw.

Oke,!!! akhirnya besok adalah langkah terakhir untuk mencapai impian gw dari dulu sekaligus langkah awal untuk impian lain yang lebih besar...:). Godspeed for me!!!

TeamWork

Kadang di beberapa jenis pekerjaan mengharuskan kita untuk bekerja sama dengan orang lain, tidak bisa dikerjakan sendiri. Memang sebagian besar ketika memasuki dunia kerja,rata-rata company akan memberikan salah satu persyaratan yaitu kemampuan untuk bekerja dalam team.

Di situlah kita diuji. Selama ini dalam pekerjaan gw, gw udah sering bertemu dengan beraneka macam jenis karakter orang. Ada yang gw sukai, ada yang bagus kerjanya tetapi ada juga yang tidak terlalu srek dengan gw.

Banyak hal yang bisa terjadi ketika kita berada dalam sebuah team. Apapun itu tetap saja hal utama yang harus diutamakan adalah tujuan dari team itu sendiri. Kita harus bisa mengesampingkan ego kita masing-masing.

Satu hal lagi yang gw pelajari, mungkin tidak hanya dalam sebuah team yaitu janganlah kita melewati batas kita. Setiap orang dalam team punya tanggung jawab dan tugas masing-masing, juga punya 'area' sendiri. Jangan sampai kita melanggar area orang lain, siapapun itu baik itu jabatannya lebih tinggi atau tidak, menurut gw kita semua punya posisi dan area masing-masing. Jangan saling melanggar.

Tetapi dalam praktiknya, tidak segampang itu untuk mendapatkan sebuah team yang 'sempurna'. Tugas kitalah untuk membuat team itu menjadi sedikit demi sedikit menjadi sempurna. Banyak halangan? iya.. itu pasti.

Baik buruknya anggota team kita, partner kerja kita, apapun masalahnya itu bisa menjadi pembelajaran buat kita ke depannya. Kita bisa pelajari dari kekurangan-kekurangan yang kita temui sepanjang perjalanan kita dalam team, apa yang diperlukan untuk membuat sebuah team yang bagus.

Sekali lagi, kita akan menemui beraneka macam karakter orang. Satu hal lagi, jangan terlalu menyalahkan diri sendiri atas apa yang kita temui. Kita juga gk bisa selalu cocok dengan semua orang kok :)

Sebuah Simbol

Pernahkah kalian merasa menghormati seseorang, ntah itu teman, saudara kalian? Bahkan terlalu hormatnya kalian kepada seseorang itu kalian menjadikan dia sebagai panutan / acuan buat diri sendiri.

Lantas muncullah keinginan dalam diri kalian, "suatu saat nanti gw harus bisa seperti dia" atau bahkan "suatu saat gw harus melampaui dia/menggantikan dia".

Gw pernah mengalami itu, tetapi ntah bagaimana dengan orang lain gw punya pandangan sendiri mengenai ini. Ada suatu titik dimana gw berpikir kalau tindakan/pikiran itu tidak boleh gw lanjutkan. Begini 
Ketika seseorang itu menjadi seseorang yang sangat dihormati banyak orang, dihargai dan menjadi panutan bagi orang lain, dia sekaligus menjadi sebuah simbol bagi orang banyak. Simbol yang menyatakan bahwa "inilah seharusnya kita akan menjadi nantinya, inilah harapan kita, inilah ....".

 Ketika gw sudah sampai pada titik itu gw berpikir, keadaan akan lebih baik jika orang-orang tetap mengenal "simbol" yang sama dan bukan yang lain(saya). Bisa jadi ketika gw merubah simbol akan ada hal-hal tidak baik yang terjadi. Misalnya saja, orang yang sudah menjadi simbol sebelumnya akan merasa tergantikan dan tentu kecewa, bahkan lebih parah orang-orang akan berpaling dari dia dan menganggap bahwa dia tidaklah "sesempurna" yang selama ini dibayangkan.

Kalau hal itu terjadi, kita sudah menyakiti banyak orang.
Yang namanya sebuah simbol diperuntukkan bagi orang banyak bukan untuk diri kita sendiri. Apa yang terbaik untuk orang banyak, bukan apa yang terbaik untuk diri sendiri.

Ada hal-hal di dunia ini yang tidak bisa digantikan, ada hal-hal di dunia ini yang tidak perlu kita lampaui. Mungkin kita bisa.... tapi jika itu hanya untuk nafsu pribadi kita dan mempertaruhkan bahkan sampai merugikan orang lain...buat apa?? Jika itu terjadi, apa masih pantas kita menjadi sebuah "simbol" buat orang banyak???

Preparing for Journey


Hallo, :p.. sudah lama rupanya tak menulis. Makin lama, sebulan sekali.. sebulan sekali, lama-lama gk nulis lagi deh.. hahahhaha... Ini aja gw bingung mau nulis apa. 

Banyak alasan kenapa udah mulai jarang nulis *beralasan*, mulai dari gk ada inspirasi buat nulis apa, waktu luangnya dipakai buat hal lain, penyakit kuno #males, dan juga karena mulai berpikir gk ada yang baca ini blog :)

Waktu luangnya akhir2 ini lebih sering gw isi dengan download, browsing dan lain2nya. Padahal di otak ini udah ada niat dan ide buat nulis tapi begitu udah di depan laptop niatnya ilang. 

Sudah semenjak Desember gw bilang dan juga menjadi salah satu resolusi gw di tahun ini. Gw harus minimal travelling di satu tempat tahun ini. Dan udah dari Desember gw susun rencana ini, sekarang semakin dimatengin *telor kali mateng.

Yah, kalau tidak ada aral melintang *apa seeh*, bulan April nanti tepatnya 9 April s.d xxx gw akan melakukan solo travelling * bukan ke Solo yah maksudnya*. Yah, itu pas dengan Pemilu. Sebenernya rencananya tanggal 10 April, tetapi karena ternyata tanggal 9 April itu libur nasional (pemilu), maka gw majuin aja.

Agak ragu sih buat tanggal segitu mengingat lagi suasana pemilu, manatau politik sedang panas kan bukan cuaca doang. Tapi sebelum gw tau kalo tanggal segitu adalah masa pemilu, gw udah netapin tanggal itu, jadi itu sebenernya accident. Lagian tanggal itu adalah seminggu sebelum Paskah , jadi ceritanya adalah perjalanan rohani sebelum paskah.

Pertanyaan berikutnya adalah tujuannya kemana? rahasia dink, ntar aja pas udah selesai baru gw kasih tau :p. Mudah2an bisa terlaksana, gw udah siapin itenarynya, hampir 70% rencananya sudah selesai. Yah, mana tau gk dapet cuti kan, tapi its okay... rancana udah ada, tinggal masalah waktu aja.

Yah,,, begitulah..

Xin Nian Kuai Le


Selamat tahun baru imlek, semoga semakin sejaterah, sehat, banyak rejeki dan sukses selalu.

ini imlek paling sepi dari semua imlek yang pernah gw jalani. Imlek sendirian gk pulang kampung, gk ngerayain apa-apa. Yang di Bangka pada seru2an imlek gw merana di sini :p. Beginilah nasib anak rantau hahahhahaha.

But, its ok. Yang penting semua baik-baik saja dan semoga semakin baik.

Akhir-akhir ini udah jarang nulis yah... gk taulah, kayak udah gk ada inspirasi sama sekali belakangan ini. Bercampur sama malas juga sepertinya. Mudah-mudahan yang seperti itu tidak berkelanjutan panjang.

Akhir-akhir ini, beberapa bulan belakangan ini gw memang seperti masih susah membagi fokus gw. Kayaknya terkena post-syndrome travelling dari akhir tahun kemarin. Pikiran gw bercampur aduk antara kerjaan, kegiatan sehari-hari dan rencana travelling selanjutnya. 

Gw memang udah dari sebulan lalu sedang nyiapin planning untuk travelling lagi sekitar bulan april nanti. Gara-gara itu seperti banyak membuang fokus gw. Belum lagi ternyata gw baru ngeh kalo April itu ternyata bulannya pemilu... agak2 nabrak planningnya... Perjalanan kali ini memang agak jauh ke timur, jadi musti ada planning yang lebih spesifik. Belum lagi ini adalah solo-travelling. hehmmm.. sudahlah.... let it flow... banyak yang harus dipersiapkan tetapi juga banyak yang perlu diperhatikan di luar itu...

Xin nian kuai le... wan shi ru yi...

Selamat Tahun Baru 2014


Oke, gk berasa udah tahun baru lagi yah, 2014. Waktu emang gk berasa kalo kita terlalu menikmatinya atau ketika kita terlalu menyia-nyiakannya. Selamat tahun baru 2014, semoga tahun ini lebih baik lagi, semua harapan terkabul dan semakin menjadi manusia yang baik.

Tahun baru, seharusnya semangat baru. Kalau kita bilang biasa aja, gk ada yang berbeda. Habis merayakan malam tahun baru, terus so what?? what next? Itu berarti kita akan ketinggalan dari orang lain. Di luar sana banyak orang yang sudah menyiapkan segala harapan dan rencana untuk menyongsong tahun yang baru ini. You better have plans..

Lantas untukku sendiri? apa resolusiku di tahun baru? Hehmm, sebenernya itu semua udah gw tetapkan di ulang tahun gw barusan. Bersamaan dengan itulah semua harapanku berjalan. 
Di tahun baru ini, gw punya keinginan. Pertama gw mau menambah berat badan gw, gw udah bosen dibilang kurus. Nambah berat badan atau nambah otot?? :D

Kedua, gw akan membagi waktu untuk travelling. Sudah ada beberapa tempat yang ingin kutuju, minimal dalam tahun ini harus ada satu tempat yang harus kujejaki "Survive".

Ketiga, gw harus seriusin soal kerjaan/karir gw. Jika ingin dihargai, jangan meminta, tapi buat diri kita pantas untuk dihargai.

Oke, sekali lagi selamat tahun baru, semangat baru!!!

Survive in Belitung (2)

Lanjut lagi, lantas gimana dengan kehidupan masyarakat di sana? Sejauh mata memandang ketika pertama kali sampai di sana, seperti yang gw bilang, yang pertama kali gw lihat dari atas pesawat adalah tanaman berbentuk bintang yang ternyata adalah sawit. Tetapi rupanya tetep aja, tambang timah(dan kaolin juga) ada sama seperti di Bangka.

Di sana, mayoritas penduduknya adalah muslim. Ketika gw berkunjung ke sana, gw heran kenapa gk siang gk malam kok rumahnya sepi, gk ada penghuni. Kemana orang-orangnya? Usut punya usut ternyata penghuninya pada 'migrasi', dalam artian waktyu gw dateng itu cuaca sedang tidak bersahabat untuk para nelayan jadi mereka pindah ke belahan pulau yang lain. Kata orang yang di sana sih gitu waktu gw tanya.

Mereka para penduduknya ramah terhadap orang luar, apalagi tau kalo gw masih satu rumpun dengan mereka, Bangka. Kehidupan merekapun tidaklah jauh berbeda dengan kehidupan masyarakat Bangka, walaupun jujur di sana lebih sepi dari Bangka. Bukannya kalah maju, tetapi jika dibandingkan dengan Bangka mungkin kemajuannya di Belitung itu kurang merata. Hanya daerah perkotaan aja yang benar2 merasakan kemajuan itu.

Misalnya aja, ketika gw hendak pergi ke Manggar. Jalanan memang sudah bagus, lebih bagus dari Bangka malah tetapi di sepanjang perjalanan lebih dominan hutanlah ketimbang pemukiman penduduk. Jalanan sepi banget, gw bayangin kalo gw malem2 jalan lewat situ, naik motor trus mogok. Gk tau deh musti ngapain..ngerii..:p

Soal keramatamahan penduduk sangat bagus, mereka terbuka terhadap orang luar. Sedikit beda dengan orang Bangka yang 'agak cuek'. Mungkin karena orang Bangka terlalu teracuni dengan kehidupan modern kali. Misalnya aja, mereka dengan senang hati ngasih tau tujuan yang gw ari, tempat yang bagus untuk didatangi dan lainnya.

Dari sisi pariwisata, pemerintah di sini lebih care terhadap hal itu dibandinghkan Bangka. Mereka benar2 menjadikan pariwisata sebagai salah satu aset mereka. Terlihat dari tempat wisata yang dikelola dengan baik dan juga di sana gw sempet ngobrol sama guide yang muncul entah darimana nyamperin kita dan itu free.

Kalo dari keamanan, di sini menurut orang sini cukup aman. Kita sewa motor, trus parkir gitu aja, aman2 aja kok motornya. Kata orang sini sih tingkat kriminalitas di sana kecil, tapi sekalinya ada tindakan kriminal langsung gede :D. Gk cing,... 

Penduduk di sana sangat terbuka dengan orang luar... itu yang sangat bagus. Untungnya gw orang Bangka, jadi bahasanyapun tidak jauh berbeda dengan bahasa mereka. Hanya beda pelafalan aja di huruf 'e'. Kalo di Bangka huruf 'e' berbunyi seperti di kata 'sate' sedangkan di Belitung berbunyi seperti huruf 'e' di kata 'kecapi'. Sisanya hampir sama semua. 

Tetapi tetep gw cinta Bangka...:p...
Semuanya bagus.. dan masih banyak yang lebih bagus di dunia ini..^^