The Birth

Tumbuh dan berkembang di Pulau Bangka. Menghabiskan masa kecilnya di sana sampai dengan SMA.

Play, Learn and Grow

Bermain, belajar dan tumbuh di pulau Bangka, salah satu pulau terindah. Bermain untuk kesenangan, belajar menghadapi hidup dan tumbuh bersama orang lain.

Life for Something

Hari demi hari-senang,sedih,tawa jadi bagian dari hidup. Tantangan?Apa seninya hidup tanpa tantangan?

To be Somebody

To be somebody or nobody. Life for something or nothing. Work hard, Play hard, Die hard to achieve dreams.

Rest in Peace

Life for nothing or die for something. When the time coming, He will gone but never forgotten.

Life of Miu (3)

Beberapa hari belakangan ini sepertinya hidup gw diikuti rasa bersalah dan berdosa terus. Yah, gw memang melakukan suatu kesalahan yang mengganggu orang lain dan menurut gw itu fatal dan memang salah. Gw melakukan itu tanpa sadar dan tanpa ada niat sebelumnya. Mengalir begitu saja.

Walaupun gw sudah minta ampun (bukan pada orangnya) pada Tuhan tetapi tetap saja perasaan bersalah itu terus mengikuti. Mungkin benar kuisioner selama ini kalau gw itu tipe orang melankolis, gampang terbawa perasaan.

Persoalannya bukan hanya itu, akhir2 inipun gw ngerasa kalau gw tidaklah lebih baik dari orang lain. Kesombongan seakan2 terus membayangi tingkah lakuku.

Masalah ini berimbas banyak padaku, gw merasa menjadi manusia yang paling bersalah dan benar2 buruk. Semua hal2 yang gw rencanakan, yang indah dan bagus semuanya seperti sudah tidak ada harapan lagi. Ternyata gw memang lemah, ‘dipukul’ sedikit saja sudah jatuh.

Yah, semua ini saling berkaitan. Baik dengan karir, kerja dan masa depan gw. Kalau gw melihat ke bawah mungkin gw sedikit prihatin bahwa sadar ternyata ada orang lain yang tidak seberuntung gw. Tetapi terkadang jika gw melihat ke bawah itu juga yang menjadikan gw sombong.

Kalau gw melihat ke atas, gw punya hal yang gw tuju dan kujadikan acuan. Gw jadi punya cita2 dan pemicu. Tetapi kadang jika gw gagal, sedih dan gw melihat ke atas, gw ngerasa semakin jauh ke bawah dan semangat gw serasa musnah dan hancur.

Banyak cara yang bisa kulakukan untuk mencapai tujuan gw. Tetapi kenapa gw gk bisa seperti orang lain yang bisa melakukan segala cara untuk mencapai tujuannya. Kenapa gw tidak bisa melakukan hal2 yang licik, kebohongan untuk mencapai tujuan gw. Mending jawabannya adalah karena gw orang baik, tetapi bagaimana jika jawabannya adalah gw orang bodoh dan pengecut.

Gw gk tau kenapa gw gk bisa lepas dari belenggu patah semangat ini. Kenapa gw gk bisa lepas dari rasa bersalah walaupun itu buat sebagian orang hanyalah kesalahan kecil.

Hehmm, gw hanyalah laki-laki yang berusaha mandiri, mencapai tujuan gw. Sebegitu banyaknya rintangan yang selama ini gw hadapi dalam perjalanan gw dan gw yakin gk semua orang bisa melewatinya. Semua hal yang gw dapat selama ini sepertinya harus melalui perjuangan yang berat dan tidak mudah.

Gw juga pengen mendapatkan apa yang gw inginkan dengan cara yang mudah, semudah menjentikkan jari. Dan ternyata setelah kucoba, menjentikkan jaripun gw kesusahan dan sedikit kesakitan. Apakah caranya yang salah?

No Pain, No Gain

Why there must be a pain to get a gain? Why not just gain. Is it so hard to get gain? why we must get pain first to get gain? Everyone tell that when we want something then we must try to get that. Not easy.. but why?for what?

Without pain, without sacrifice, we would have nothing (Fight Club). Why everyone tell that we must 'pain' first to get gain. Is that true?

Then I was thinking. That 'pain' is effort, process that must we do to get what we want. Maybe thats easy or hard to do but we must going across that.

When we success to do that and we get what we want then we know thats the way. But when we fail then we know thats not the way. We keep try until we find the way.During that process we learn, what can and what can't. Thats makes us smarter, stronger.

Sometimes we fail and then we fall. Some people surrender but some keep moving forward. Never give up they said. Why do we fall? so we can learn to pick up(Batman).

So what makes us keep try and keep forward? Some people said that they must get what they want. Some people believe if they try once again then they will get what they want. Some people said that its just having fun.

All of that reasons there is one thing belong to everyone. That is their dream.

We can fail and we can fall. Everyone beside us can makes us fall and have no spirit. Our environment can make us weak and surrender. We can lose our spirit. But, believe me. Be patient, there is a way.

There are places in this world that aren't made out of stone. That there's something inside... that they can't get to, that they can't touch. That's yours. #HOPE (Andy Dufresne).

*What?? my english suck? Problem ? :D*

Kerja di Luar Kota?

Kalau mau bilang kerja di luar kota, sebenarnya dari dulu udah kerja di luar kota. Gw yang notabene bukanlah orang asli Jakarta merantau dari Bangka dan kerja di sana. Karena sedari awal memang itu kota tujuannya. Lantas bagaimana dengan kondisi sekarang? di luar kota bahkan di lua Jawa sampai di Kalimantan seperti ini? Gimana rasanya?

Gw udah mengalami ini, mungkin temen2 gw yang lain yang senasib juga akan sependapat dengan gw. Gw kerja di Jakarta tetapi karena kebutuhan perusahaan gw harus ‘dilempar’ ke luar Jakarta. Mungkin untuk awal2 tidak akan ada masalah tetapi lama kelamaan akan timbul kejenuhan yang teramat sangat. Sudah hampir 2 tahun gw di sini, jauh dari Jakarta.

Yang menjadi masalah adalah gw itu sebenarnya kerja di Jakarta. Perusahaan gw itu ada di Jakarta. Apa hambatannya kalau sudah seperti ini? satu yang pasti gw ngerasa terkunci di sini. Kalau memang sedari awal gw kerja di sini sih beda soal, gw pasti sudah siap untuk itu.

Gw gk bisa beraktivitas dengan bebas di sini. Jakarta seperti yang gw bilang masih menyimpan mimpi untuk orang-orang seperti gw. Contoh simplenya, gw harus terbatas untuk bolak balik Jakarta. Sekarang yang paling terasa banget buat gw adalah ketika gw berencana untuk mencari pekerjaan baru di Jakarta gw mengalami kesulitan dengan posisi gw saat ini.

Jarang ada perusahaan yang mau merekrut karyawan hanya dengan by phone apalagi anak bau kencur kayak gw.

Kalau luar kota jaraknya deket sih gk masalah beda soal kalau jauh. Mau suruh gw pulang sehari balik lagi? masalahnya gw di sini juga di mess, gk mungkin kan gw bilang mau ke Jakarta sehari buat nyari kerja.hahahhahha

Sekarang gw cuma bisa pasrah. Gw udah berusaha, hanya tinggal Tuhan yang nentuin. Yang terjadi..maka terjadilah…

Decision(2)

Hi..lama tak jumpa yah. Kangen juga…:Smile with tongue out. Maklum lah..akhir2 ini jadwal syuting banyak banget. Stripping lagi. Banyak tawaran iklan juga..huahuahuahuahua.

Beberapa waktu ini gw lagi dalam masa keterpurukan dalam hidup gw. Gw harus ngomong kalo saat ini gw harus bilang kalau gw pengen bener2 cari suasana baru dalam kerjaan gw. Bayangin, hampir 2 tahun gw di Balikpapan. Loe gk tau bro kayak apa rasanya. Gw bener2 tau efek dari sebuah jarak buat gw.

Akhirnya, gw pun memutuskan untuk iseng2(gk iseng juga sih sebenarnya) untuk mencari kerjaan baru. Gw ada melamar di satu perusahaan. Perusahaan itu memang sudah kuincer dari dulu. Gw kirim CV gw, terus ditelepon test by phone. Hasilnya gw keterima. Tetapi gk sesimple itu. Gw ditawari offering gaji yang yaahhhh..lumayan lah buat makan tetapi ada satu hal yang bikin gw gk srek. Gw ditempatkan di luar kota. Gw sedari awal udah bilang mau di Jakarta, setelah itupun gw coba bicara baik2 minta untuk lokasi di Jakarta, tetapi gw gagal. Hasilnya mereka tetep mau gw di luar kota.

Satu atau dua tahun lalu, jiwa perantauan gw memang besar. Tetapi sekarang, jiwa gw udah benar2 hancur lebur. Jakarta masih menjanjikan buat gw.

Dengan pertimbangan yang lama akhirnya gw mutusin untuk menolak kerjaan itu. Padahal gw tahu tidak mudah masuk ke situ apalagi untuk orang dengan kemampuan alakadarnya seperti gw. Itu sebenarnya kesempatan emas buat gw.

Nyesel? yah, gw harus mengakui sampai sekarangpun gw masih nyesel. Bahkan beberapa hari setelah gw nolak, nyesek banget rasanya.

Mungkin itu adalah salah satu keputusan terbodoh yang pernah gw buat. Apa boleh buat, gw mau nangis pun sudah gk akan bisa kembali lagi kondisinya. Gw hanya mencoba untuk bersikap bijak dan menuruti kata2 bullshit yang sering gw denger. “show must go on”. 

Ini bukan kali pertama gw ada penyesalan. Seingat gw sering banget gw mengalami penyesalan. Tapi pada akhirnya gw lewati itu semua dan ternyata ada ‘rencana’ di akhir itu semua. Mungkin sekarang gw gk berjodoh di sana,mungkin gw memang diharuskan untuk tetap menjalani keadaan gw di sini. Sampai gw siap untuk mendapatkan situasi di tempat yang kuinginkan.

Lagipula tempat itu bukanlah akhir dari segalanya buat gw. Mungkin gw bisa menemukan tempat yang lebih baik dari itu. Siapa tahu lah. Bukan gw yang dibalik semua ini.

Planning gw sekarang, gw akan lanjuti apa yang gw kerjakan sekarang. Kalau memang ada kesempatan di tempat yang baik akan gw coba. Gw akan terus mengasah kemampuan gw siapa tahu begitu gw coba lagi di tempat itu, gw akan lebih dihargai. Apalagi yang bisa gw lakuin? gw udah coba untuk minta pindah ke Jakarta ke kantor, dan ditolak. Apalagi yang bisa gw lakuin???

Pelajaran yang bisa gw ambil dari ini semua adalah, gw gk mau menyatakan bahwa mengambil keputusan jangan terburu2. Gw udah berhati2 mengambil keputusan itu. Dan ternyata..yah..beginilah hasilnya. Kata teman gw, paling susah dalam hidup itu adalah untuk bilang 'tidak'. Menurut gw sendiri, yah itu betul..gw udah ngerasaain itu. Tetapi ternyata setelah kita bisa bilang 'tidak' akan lebih susah lagi....^^

Kalau memang jodoh maka akan ketemu. Gw akan coba lagi nanti, 1 atau 2 tahun lagi. Atau mungkin sembari gw jalani ini, gw akan menemukan yang lebih baik??? Siapa tahu??? ada rahasia dibalik rahasia, ada rencana di balik rencana, Gw percaya hidup gw sudah diatur dengan baik oleh Tuhan Yesus. Amin.

*
Tulisan ini gw dedikasikan untuk sebuah ISV yang sudah kutolak ^^, maaf..mungkin nanti kita akan berjodoh. Gw mau nuntut ilmu dulu. Gw masih punya mimpi, gw masih punya keinginan. Gw mau mencapai mimpi gw dulu.  

Untuk teman2ku yang support akan penyesalanku yang tiada akhirnya…

Untuk diriku sendiri supaya tetap jalan dan melupakan penyesalan, lo sudah membuat keputusan dan harus jalani, percayalah memang sudah begini baiknya yang diatur oleh Tuhan. Ini adalah salah satu jejak perjalanan hidupku. Ntah itu tinta hitam atau putih, tapi ini adalah salah satu kejadian penting yang pernah kualami.
Sekali lagi untuk penambah semangat gw hanya bisa mencoba bijak, Life is simple, you make a choice and don’t look back...
*

Decision

Menurutku mengambil sebuah keputusan sudah cukup sulitnya, padahal yang lebih sulit justru melaksanakan keputusan yang kita ambil itu. Ada kalanya kita harus berhadapan dengan suatu kondisi yang memerlukan keputusan kita. Keputusan yang kita ambil akan menentukan langkah kita selanjutnya,jalan kita selanjutnya.
Salah ambil keputusan bisa berakibat fatal bagi jalan kita ke depannya.

Tapi yah..kadang kita harus gambling. Segala resiko akan ada dari keputusan yang kita ambil. Besar atau kecil akan berdampak pada jalan kita ke depannya. Tapi yahhh...kalau ma maju..kita harus ambil putusan itu.

Pertimbangan yang baik, matang dan yang utama yakin dengan apa yang akan kita jalani. Mungkin keputusan yang sudah kita yakini itu ternyata salah..kemungkinan itu tetap ada. Seperti yang gw bilang, gambling..dan itu berarti bisa menang bisa kalah.

Tapi gw yakin, sudah banyak yang gw lalui selama hidup gw walaupun gk sebanya orang lain. Gw pernah ambil keputusan terbaik, bahkan terburuk dalam hidup gw. Dari itu semua satu hal yang gw percaya, apapun itu, seburuk apapun itu..pasti ada sesuatu sedikit banyak nilai positif yang dapat kita pelajari. Dari itu semua, akan membuat kita semakin hebat, dewasa, berkembang. 

Benar, salah, baik, buruk, pahit, manis..apapun yang akan terjadi dan kita lalui dalam hidup kita...itulah yang membuat kita unik..berbeda dari yang lain...itulah yang akan menjadi pengalaman buat kita...itulah bagian hidup kita...itulah seninya...itulah hidup teman...
Selamat mengambil keputusan!!!

"The first guy through the wall... he always gets bloody... always"
(~John Henry, Money Ball)

Saya Adalah Generasi Yang Gagal


"Saya Adalah Generasi Yang Gagal"
Gw tertarik dengan kalimat itu. Beberapa waktu yang lalu gw baca artikel itu dari websitenya Bambang Pamungkas di sini. Bagi yang tidak tahu *kebangetan banget sih kalo gk tau, lu tinggal di negara mana emank..^^*, Bambang adalah pemain timnas sepakbola kita. Kalimat itu dia ucapkan sebagai ungkapan atas pengunduran dirinya dari timnas kita. Tanpa memberikan gelar yang berarti buat negaranya dia merasa menjadi generasi yang gagal.

Dari yang gw baca, gw bisa menebak dia itu tipe orang seperti apa. Gw bisa bilang dia 11/12 dengan gw. Bukan mukanya yang 11/12 yah..kalo muka sih, gantengan gw lah..gk usah dipertanyakan lagi *zzzzzz....z* Bukan itu maksudnya, yang kumaksud mirip adalah tipikal sikapnya yang mirip dengan gw. Gw memahami apa yang ingin dia utarakan.

"Boleh saja orang menilai saya sebagai seorang penghianat dari kelompok saya, tetapi satu hal yang pasti, bahwa saya tidak pernah mengkhianati hati dan profesi saya. Sebuah profesi yang sangat saya cintai dan banggakan..."

Dia benar2 seorang pejuang yang sejati dan berani mengakui kekalahannya. Walaupun tidaklah pantas kekalahan negara ini hanya disematkan ke dia seorang. Yang menjadi pikirannya adalah tidak ada hal yang menurutnya istimewa yang diberikannya kepada negara ini khusunya dalam konteks yang dia bicarakan adalah Timnas Indonesia. Itu yang menjadi penyesalannya.

Dia berani mengatakan bahwa dia sudah gagal, sungguh sikap yang ksatria. Tapi dia masih memberikan penghormatan atas apa yang sudah dia lakukan dan profesinya. Justru pengunduran dirinya menurutku adalah salah satu bentuk kehormatannya. Sungguh cara 'mati' yang terhormat menurut gw.

Seperti yang dia ucapkan,gw juga tidak mau kalah. Saya juga adalah generasi yang gagal. Belum ada sesuatu yang terbaik yang saya hasilkan untuk orang lain. Dengan lapang dada saya terima itu.

Bukan berarti saya tidak menghargai apa yang sudah saya lakukan selama ini. Saya memang belum memberikan yang terbaik. Saya merasa gagal di hadapan orang banyak. Tetapi kepada diri saya sendiri,atas apa yang sudah saya lakukan, atas apa yang sudah saya capai, atas usaha maksimal yang telah saya kerjakan....saya memberikan penghargaan yang tinggi.

Saya bangga atas pencapaian saya saat ini. Akan tetap terus berusaha meningkatkan kemampuan, sikap, pribadi dan lainnya, memberikan yang terbaik, supaya suatu saat nanti *dan gw sangat berharap gw bisa mencapai hari itu*, orang-orang akan memberikan respectnya atas apa yang telah gw capai.
Dan saat itulah,dengan penuh kebanggaan gw bisa berdiri tegap dengan kepala ke atas dan
gw akan berkata "Saya Adalah Generasi Yang Berhasil..."

My Passion

Passion, cita2, harapan, keinginan. Setiap orang pasti punya itu, baik jangka panjang maupun jangka pendek, bisa banyak bisa juga sedikit. Sama halnya dengan gw, juga punya. 

Mungkin harapan yang gw miliki dalam beberapa kasus bisa sama dengan orang lain. Menurut orang lain, akh..itu hal yang biasa dan itu bisa diperoleh dengan mudah. Memang, dia bisa mencapai itu dengan mudah. Tapi kemampuan setiap orang berbeda2. Kemampuan gw dan orang lain itu tidak sama. Hal yang mudah bagi dia bisa menjadi hal yang susah buat gw.

Dikarenakan banyaknya rintangan yang gw hadapi dalam mencapai harapan gw. Bagaimana perjuangan gw yang habis2an dalam mencapai itu. Bagaimana respon dari lingkungan yang gw terima berkaitan dengan harapan gw itu. Semua itu lebih sering membuat gw jatuh. Gw jatuh, bangun, jatuh dan bangun lagi. Semua itu hanya demi harapan yang mati2an gw bela.

Kadang hal itu semakin sulit dengan adanya kondisi lingkungan yang seperti senang sekali merintangi dan menjatuhkan semangat gw untuk melanjutkan perjuangan. Padahal harapan gw itu juga sebenarnya berdampak positif buat mereka. Masalahnya adalah mungkin jalan gw untuk mencapai harapan itu yang tidak mereka setujui. Atau landasan gw yang berbeda dengan mereka. Kalau seperti itu keadaannya, ntah kenapa gw ngerasa seperti melakukan hal yang bodoh.

Terkadang gw berpikir apakah harapan yang gw tetapkan dalam diri gw itu masuk akal atau tidak. Benar atau salah. Pintar atau bodoh. Kenapa gw bisa berpikir begitu? hal itu dikarenakan banyak orang2 di sekitar gw seperti ‘mencemooh’ gw dikarenakan passion gw itu. Alasan mereka kuat dan mungkin benar. Kenapa gw gk ngelepas itu semua? Buat apa gw lanjutin lagi perjuangan gw kalau sudah habis2an seperti itu. Yah mereka benar...sangat benar. Gw tau mereka benar. Kenapa gw gk menyerah saja.

Tapi itu semua kembali lagi, harapan gw sangat besar. Yah ..mungkin sudah tidak sebesar dulu lagi dan semakin redup setiap hari. Gw udah benar2 gk tau lagi langkah terbaik apa yang harus gw tempuh. Gw gk tau sampai kapan gw sanggup memperjuangkan harapan gw ini. Gw ngerasa perjuangan gw selama ini *dan juga teman2 gw yang sudah pergi dulu* seperti sia2 belaka. Ya ampun Ya Tuhanku…bener2 deh…

Hehmmm…Yah..saya bodoh…gw memperjuangkan hal yang akan dinikmati oleh orang lain. Di saat hal itu sudah tercapai, tidak akan ada yang ingat perjuangan yang sudah gw lakukan. Itulah kebiasaan gw dari dulu. Yah…saya bodoh…