The Birth

Tumbuh dan berkembang di Pulau Bangka. Menghabiskan masa kecilnya di sana sampai dengan SMA.

Play, Learn and Grow

Bermain, belajar dan tumbuh di pulau Bangka, salah satu pulau terindah. Bermain untuk kesenangan, belajar menghadapi hidup dan tumbuh bersama orang lain.

Life for Something

Hari demi hari-senang,sedih,tawa jadi bagian dari hidup. Tantangan?Apa seninya hidup tanpa tantangan?

To be Somebody

To be somebody or nobody. Life for something or nothing. Work hard, Play hard, Die hard to achieve dreams.

Rest in Peace

Life for nothing or die for something. When the time coming, He will gone but never forgotten.

The sunset is beautiful, Isn't it?

Udah 3 minggu-an ini kepala gw sakit terus, dan sudah 3 minggu juga gw punya masalah dengan tidur. Mau tidur jam berapun, lebih cepat sekalipun, tetap aja kebangun di pagi hari. Sebelum tidur pikiranku tertuju hanya pada 1 hal, begitupun terbangun langsung terlintas hal yang sama lagi.

 Gw terus saja memikirkan apa yang salah dengan hidup gw. Seakan gw gk pantas untuk mendapatkan sesuatu yang terbaik yang gw inginkan. 

Gw bertemu dengannya tanpa ada perasaan apa-apa. Tetapi lama kelamaan ada sesuatu yang kuliat dari dirinya. Pintar, perjuangan, ambisi , cara bertahan,senyum dan keceriaan.. tapi seakan ada sesuatu dari itu semua. 

 Sampai akhirnya gw memutuskan untuk melanjutkan ini semua, memulai progress ini semua ke arah sebuah kepastian. Gw gk mau bahas soal apa yang sudah terjadi. Senang , bahagia, merasa diperhatikan, merasa paling dipahami, merasa paling mengetahui tentang diriku. Ada kekecewaan dan kemarahan luar biasa juga yang pernah dilewati.. yang bahkan gw gk bisa menerima itu pada waktu itu. Tetapi akhirnya gw memutuskan untuk menerima itu dengan ikhlas karena gw masih menaroh harapan.. harapan akan seseorang yang benar2 memahami siapa diriku. 

Gw pun harus mengakui bahwa muncul keraguan ketika melalui proses itu.. keraguan apakah dia benar2 memahami diriku atau tidak. Gw udah berusaha menjelaskan, baik dengan perkataan dan sikap. Sikap yang kebanyakan manusia tidak akan terbiasa. sikap yang oleh sebagian orang akan selalu disalahpahami. 

Gw mengalah... iya gw mengalah.. Kamu tau? setinggi apa egoku...dan sebanyak apa yang udah gw turunkan? 

Laki-laki itu punya batasan harga diri.. harus punya... dan gw sudah sangat banyak mengalah sampai hampir menyentuh batas toleransi itu. Gw sangat berharap dia paham.. dan menunjukkan effort yang lebih lagi.. gw pengen.. gw juga diperjuangkan... Tapi gw gk bisa melakukan itu... karena kalau gw melakukan itu.. gw gk akan bisa lagi jadi laki-laki yang sepantasnya untuk dia.. Gw gk mau jadi laki-laki yang memalukan buat dia... Apa lagi yang bisa gw banggakan padanya, kalau sebagai laki-laki gw gk memiliki batas harga diri itu...karena begitu gw melewati itu.. maka orang lain akan bisa melakukan itu padaku.. Apa lagi harganya diriku di hadapannya?

Sekarang semua sudah terlambat.. ini 100% kesalahan gw. kalau aja gw  mau mengalah.. membuang semua ego itu... mungkin semua ini tidak akan terjadi. Aku sayang sama dia. Aku perduli dengannya.. rasanya tidak hanya punya pasangan, tapi seperti punya adik. Karena... aku merasa kehidupannya gk jauh berbeda denganku... 

Ya Tuhan, aku cuma mau dipahami. Aku juga mau diperjuangkan. Setidakpantas itukah aku diperjuangkan? Kenapa setiap kali aku menginginkan sesuatu.. selalu saja harus berjuang berkali lipat lebih keras dibandingkan dengan orang lain? Tidak pantaskah aku memiliki seseorang yang aku percaya dan aku menggantungkan diriku padanya?
Tidak pantaskah aku memiliki seseorang di mana aku bisa menangis di pelukannya? Tidak pantaskan aku memiliki seseorang yang bisa menemaniku berdoa pada-Mu? 

Aku gk marah Ya Tuhan, Aku udah gak marah lagi.. udah gk benci.. gk sama sekali..

Yang tersisa tuh sekarang, rasa sayang, sedih, kecewa kepada diri sendiri, sesal, minder, malu, terpuruk, sakit. Gk tau itu apa... tapi kayak ada yang nyeri aja rasanya. 

Aku gk marah Ya Tuhan, aku gk benci.. gk.. udah gk bisa lagi.. Aku sayang sama dia... 

Pernah kucoba untuk menertawakan ini semua.. tapi kali ini gk berhasil. Tolol!.

Kenapa baru sekarang logika kalah dengan perasaan.. kenapa gk dari dulu.! tolollll!!!!

Inilah kutukannya... kalau aja gw mengikuti kata hatiku ketimbang logika semata.. mungkin semua akan berbeda..

Ya Tuhan.. aku gk marah sama dia.. aku gk benci.. aku sayang sama dia... 

Ya Tuhan..  semua udah terlambat sekarang.. aku gk tau apa yang mesti kulakukan.. aku berusaha mencari pengalihan dari pikiran ini.. aku bingung.. kenapa sampai segininya hidup yang mesti kujalani... kenapa mesti sesulit ini.

Ya Tuhan, aku sayang sama dia...

Aku mau menitipkan doa untuknya Ya Tuhan..
Jika masih berkenan tolong sampaikan ini lewat mimpinya bahwa aku minta maaf.. atas semua yang udah kulakukan... atas perbuatanku yang menghalangi takdirnya.. atas perbuatanku yang menggores cerita kehidupannya... Jika aku masih bisa dimaafkan...tolong sampaikan jangan membenciku..aku udah cukup berdosa padanya...aku gk kuat untuk dihukum lagi dengan dibenci.. dengan dijauhi.. aku gk bisa lagi menghadapi itu.. Aku gk berani ya Tuhan... untuk bicara padanya.. aku malu akan semua perbuatanku.. walau sebenarnya ada rasa sakit dan kecewa juga yang menghalangi itu semua... bahkan menatapnya aja aku gk sanggup lagi Ya Tuhan..

Ya Tuhan, tolong kabulkan doaku ini..
jauhkan dia dari ketakutan...
jauhkan dia dari kecemasan akan masa depannya..
buang pergi jauh segala luka batinnya sedari kecil..
buang pergi jauh semua luka batinnya dari dia dewasa sampai sekarang.. termasuk luka dariku ya Tuhan..
buang pergi keraguannya... keraguan akan masa depannya..
buang pergi jauh tangis dan kesedihannya...
Yang aku pahami.. yang aku tau...dia sama sepertiku..
biarkan kebahagiaan melingkarinya... sebagai balas atas luka dan kekecewaan dia sedari kecil..
Yang terpenting...
jaga dia Ya Tuhan.. jangan biarkan dia berjuang sendiri menghadapi dunia ini..
jaga dia tetapi jangan buat dia terkekang.. dia hanya ingin kebebasan dan kebahagiaan.. kesederhanaan dalam hidup. Mampukan dia untuk mengendalikan dunianya.. jangan dunianya yang mengendalikan dia.
Aku memintamu untuk menjaga dia.. karena sampai saat ini tidak ada manusia yang aku percaya untuk menjaganya ya Tuhan..
jaga dia.. sembuhkan semua lukanya... semua sedihnya.
Aku suka liat dia tersenyum bahagia.. aku suka liat senyum dan sorot mata iseng dan penasarannya.. yang melihat dunia apa adanya.. 
Aku suka liat dia lagi makan..lagi mengunyah makanannya dengan syukur.. seperti itulah dunia seharusnya dihadapi.. 
Aku gk suka ketika dia tersenyum tampak bahagia.. tetapi sorot matanya menyimpan kesedihan... Aku gk suka ya Tuhan.. Aku mau dia bahagia dan benar-benar tersenyum bahagia.. walau bukan aku orang yang akan membuat dia bahagia itu... walau mungkin kebahagiaannya itu rasa sakit buatku.

Aku gk suka liat dia menangis bahkan jika hanya setetes sekalipun.. karena itu artinya dunia tidak baik padanya.

Jangan kekang dia dengan aturan dunia ini... biarkan dan mampukan dia mengendalikan dunianya.. Jangan terlalu keras padanya... mudahkan dunia ini untuknya... karena mau bagaimanapun.. mau apapun yang terjadi... walaupun aku gk bisa memilikinya...
dia masih adik-kecilku juga Ya Tuhan...aku sayang sama dia...

Ya Tuhan.. Ya Bunda Maria...
maaf kalau aku gk bisa jaga dia.. maaf kalau aku tidak berusaha maksimal untuknya... maaf aku terlambat

Doaku Ya Tuhan.. tolong jaga dia untukku...

.................

Ya Tuhan.. Ya Bunda Maria...
maaf kalau aku gk bisa menjadi orang seperti yang Engkau mau.. maaf aku gk bisa jadi laki-laki yang seharusnya... maaf kalau aku harus menangis karena kelemahanku..
Aku gk bisa meminta apa-apa lagi Ya Tuhan.. aku takut.. aku bahkan gk tau cara menghadapi dunia lagi.. 

Ya Tuhan.. Ya Bunda Maria...
engkau tau keinginanku dari dulu.. dulu aku berpikir untuk tidak meminta itu lagi karena dirinya..
tapi sekarang keadaan seakan berbeda... seakan semua kosong.. tapi masih ada rasa nyeri.. ntah apa..

Dulu hati ini seperti gk ada.. Engkau bantu aku membentuknya lagi lewat dia... tetapi sekarang... 
gk tau Ya Tuhan ntah apa ini.. aku bahkan gk merasakan apa-apa lagi.. seakan semua kosong.. tapi masih ada rasa sakitnya..ntah apa...

Ya Tuhan...Ya Bunda Maria...
aku memintanya lagi sekarang... aku capek..capek banget rasanya... gk tau kenapa.. gk tau apa ini...
Engkau tau keinginanku... 

Aku ingin ketemu Ya Tuhan.. aku ingin menangis di pangkuan-Mu Ya Bunda Maria...

Diam

Diam

Tidak semua hal perlu dibicarakan, tidak semua hal harus diungkapkan. Tidak semua orang berhak untuk diajari akan sesuatu... bahkan jika orang tersebut salah sekalipun. 
Betul, bahwa kalau semua ini sebenarnya bisa aja gw selesaikan dengan "bicara", tetapi gw memilih untuk tidak melakukan itu. Kenapa?
karena gw yakin bahwa hal itu harus disadari sendiri tanpa bantuan orang lain. Kalau tidak,maka seterusnya akan sama dan tidak menjadi pelajaran.

Tetapi, jika memang ini harus berimpact terhadap sesuatu.. ya sudah.. terjadilah.. memang itu sudah jalannya masing-masing.
Kita akan menanggung setiap perbuatan kita. 

Lu tau, banyak banget hal yang kuimpikan di hidup gw.. dan pelan-pelan gw berusaha mencapai itu. Sekeras-kerasnya gw berusaha, itu semua untuk masa yang akan datang. Akan ada orang lain yang bisa melihat itu dan merasakan efek positifnya. 

diam..
biarkan terus mengalir.. biarkan tetap bersedih.. biarkan tetap berduka.. karena suatu saat itu akan sembuh.. menjadi bagian yang jauh lebih kuat, lebih baik. Bukan gw orang terakhir yang akan menyesal.
Gw tidak sedang playing victim di sini, perspektif.. itu bisa berbeda. Tetapi banyak orang yang salah perspektif dikarenakan ketidakmampuan dalam menganalisa dengan baik. Apa gw yang paling baik? tentu tidak.. gw pun berjudi dengan ini semua... tetapi gw siap dengan segalanya... mau kalah sekalipun.

Whats on your bucket list an?your dream.. who will be part of it?

Dunia tuh gk adil, jadi biasakan dirimu

Gw bukan mau playing victim di sini yah, tapi ini faktanya. Mau gw puter kayak gimanapun, gw gk nemu logikanya di mana dengan apa yg gw hadepin saat ini. Setiap dari kita pasti punya keinginan, pasti punya "batasan" ego-nya. to be honest, sedari kecil gw udah capk, banyak banget "ngalah" sama kehidupan, hidup susah dan "dihina" sama org. Seharusnya gw dapat "reward" utk itu dong.. nanti atas "kesusahan" yg gw alami itu.

Dalam berkehidupan pun, gw dah banyak ngalah sama org, di saat org dengan egois-nya bersikap.. gw masih ngalah dan terima aja.
Tetapi, pasti ada batasnya. Pertanyaan gw, kenapa gk orang lain yg ngalah ke gw dan membiarkan gw mendapatkan apa yang gw mau?

Gw udah berusaha mengalah dan berbuat baik ke org dan itu udah banyak mengorbankan diri gw.. tetapi kenapa di saat gw udah capek, kenapa orang tidak mau melakukan hal yang sama ke gw? Gw gk paham logikanya..

Apakah gw yang harus terus menerus mengalah seumur hidup buat orang lain? dan jika gw gk melakukan itu.. gw yang jadi orang jahat?
padahal gw hanya meminta sedikit saja..

Hanya 1 jawabannya, gw juga manusia yang diciptakan sama dengan manusia lainnya. Gw berhak untuk bahagia, gw berhak untuk diperlakukan dengan baik.
Gw sudah melakukan terbaik dari yang bisa gw lakukan.. gw merasa berhak untuk "dimaafkan,diberi kesempatan dan dipahami".
Jika orang lain hanya terus menerus "meminta" dan tanpa mau memberikan apa-apa, memberikan effort lebih juga.. ya sudah...

Gw gk bisa dan gw udah diselamatkan dari orang dengan ego seperti itu..
Walaupun gw mau, mungkin itu memang cara Tuhan untuk "menyelamatkan" diri gw sendiri. 
Either gw yg gk pantas atau orang lain yg gk pantas...
Ucapan terimakasih,balas budi itu terkadang dibutuhkan sebagai suatu etika dari manusia. 
Jika kita tidak mau berusaha dan membiarkan ego kita yang menang dan tidak mau mengalah yah..menyesal lah suatu saat nanti..
gw udh bilang, udh nasihatin, udh gw coba kasih tau juga baik-baik dan berkali-kali.. Gw udh meminta juga bahkan cenderung utk mengemis..
Gw juga masih punya harga diri.. gk bisa terus menerus mengalah.. 

Gw sudah memberikan yang terbaik saat ini dan juga sudah memperlakukan diri gw sendiri dengan sebaik-baiknya...
Biarlah nanti waktu yang menjawab semuanya..
Menangislah-- menyesal saja nanti..

satu dunia sekalipun bakal gw lawan kalau gw memang benar... Sumpah, nyesek banget rasanya saat kita perlakukan orang dengan baik tapi orang lain membalas dengan cara seperti itu. Nyesek banget rasanya saat kita sudah banyak mengalah buat orang lain tetapi orang lain gk mau mengalah buat kita..

omong kosong lah semua kalimat manis dan baik itu.. gw lebih baik mendengar sepahit-pahitnya sekalian daripada omong kosong kayak gitu.. 

Dunia memang gk adil.. gw tau itu.. tetapi gw gk nyangka sampe begini banget.
Gk semua keinginan bisa tercapai.. Jika memang dunia maunya gw harus berusaha semampus-mampusnya untuk mencapai setiap keinginan gw..
ya sudah.. gw akan terima itu sebagai bagian dari garis hidup gw.. 
Krn gw yakin ada orang di dunia ini yang akan bisa menerima gw dengan segala pemikiran dan sikap gw...
Gw akan buktikan itu.. di sini atau di manapun, sekarang ataupun waktu yang akan datang, cepat ataupun lambat..
gw percaya semua itu akan terjawab... 
sekarang tinggal masalah di gw adalah.. apa gw harus tetap bertahan seperti ini gw akan berubah menjadi orang lain yang pastinya akan menjadi sangat buruk...
Nikmati saja tangisan itu.. telan itu... 



Plan B


Baru ngeh, ternyata beberapa traveling gw belakangan udah lama gk gw tulis di blog ini. Gw bahkan lupa udah kemana aja yang belum dicatet di sini.. ishhh.. oke.. catet dulu yg belum ... terakhir nulis soal Rote, artinya yg belum gw tulis adalah Palembang, Bandung, Likupang.. noted....

Hokee.. lets deep talk... soal jodoh.. beberapa hal yg gw inget yg sering dibahas orang dan secuil tahayul wkwkwkk...

Pertama,
jodoh,pasangan tuh katanya musti diusahakan, dicari, diperjuangkan.. oke kita coba bahas ini dengan topik yg lain juga yah yg menurutku masih nyambung... Setuju kalau jodoh itu musti dicari, diusahakan, diperjuangkan.. tapi konteksnya apa nih? "mencari targetnya?"..
Well, secuil gw percaya dan berkeinginan bahwa, kenapa yg namanya jodoh itu yah dateng aja.. ntah gimana kek.. tiba2 nongol gitu.. gk bisa apa? kan katanya jodoh.. kenapa gk gitu?
Kalau misalkan kita "mencari".. fine.. tetapi misal nih.. kita udh menemukan "target"nya yg kita sendiri tidak tau itu jodoh atau bukan, bukannya kalau kita memperjuangkan itu, apalagi dengan keras artinya itu bukan jodoh? hehmm gimana yah jelasinnya..yah namanya jodoh.. mau diapain pun seharusnya dapat dong...oke gw ralat.. bukan mencari.. tetapi mendapatkan..

Lagian nih yah, gw sbnrnya dari dlu percaya.. kalau mau "mendapatkan" pasangan tuh yah lu harus mengeluarkan effort yg sama, perasaan yg sama.. bukan hanya salah satu.. artinya, kalau salah satu ngejer dan yg satunya cuek mampus.. that's not how it work..
dan soal berjuang nih yah.. gw ada pembelaannya.. kenapa gw harus berjuang utk dapetin pasangan?
maksudnya berjuang dengan keras? kenapa gw mau percaya bahwa gw seharusnya gk perlu melakukan itu?.
gini yah.. 1 hal yg jelas, ketika sudah menjadi pasangan(anggaplah suami istri)... tugas gw yg harus jagain istri gw, ngerawat, jagain, kasarnya adalah.. gw harus menghidupi dia dengan layak, dalam hal ini termasuk sisi materi maupun kedewasaan (dalam arti yah gw harus menjadi org yg bisa mengimbangi dia dalam mental,kedewasaan dalam menjalani kehidupan.. azhheeek..)..
Nahhh.. percaya gk percaya.. gw udah melakukan itu bertahun-tahun.. 
gw kerja siang malam, gw cari uang utk memantapkan keuangan gw, gw belajar utk menjadi pribadi yg lebih baik terus.. utk apa??? ya supaya ketika gw memiliki pasangan nanti gw siap.. tidak datang dengan tangan kosong..
pertanyaan...! kenapa gw harus terus berjuang seakan berjuang dari awal lagi???? gw yg sekarang ini adalah hasil perjuangan itu!! gw ngelakuin itu bertahun-tahun.. kenapa seakan gw harus ngulang itu dari awal lagi? gk cukup?? come on !!!!itu gw udh berjuang keras utk lu!!! Kalau lu cuek mampus/gk memberikan feedback yg sama.. yah artinya bukan elu org yg layak mendapatkan hasil perjuangan gw itu.. atau nih yah.. mungkin elu yg gk bisa ngeliat perjuangan org selama ini...

Kedua, 
this fucking tradisi/adat..
kenapa org indonesia tuh dengan keragaman suka/budaya harus ngeribetin perkara adat hanya utk nikah/mencari pasangan hidup... 
gw bukan gk percaya tradisi/adat.. banyak kok yg gw percaya.. dengan catatan.. masih bisa dijelaskan dengan logis...

nikah aja musti adat tuh untuk menghormati leluhur.. broooo.. masih banyak cara utk menghormati leluhur.. dan plisss.. ini udh milenium yg berbeda... zaman dulu berbeda dengan zaman sekarang..
kadang gw berpikir, pantesan org "bule" tuh maju.. karena mereka gk pernah tau dan berpikir soal yg gini2an.. jadi gk mempengaruhi psikis mereka.... dahlah.. gw cari bule aja wkwkwkwkwk..

ada cth lucu, chinnese percaya bahwa hujan itu rezeki sementara org bule berpikir bahwa hujan itu pertanda buruk.. lu mau ikutin yg mana?...
Cina nih... omg.. aturannya serem sekali kalau udh urusan fengshui.. segala jarak umur , shio dimasalahin.. 
Ngapain sih masuk katolik kalau kayak gitu? kek gk punya Tuhan...

Ketiga,
gw lupa cui mau bahas apa kwkwkwkwk..dahlah..


Gw dah bilang yah di tulisan sebelumnya, gw cari yg model gimana.. tau gk yg di otak gw sekarang.. OMG, gw balik lagi ke kondisi sebelum 3 tahun lalu.. 3 tahun lalu otak gw muncul pikiran bahwa gw mau stop solo travelling.. capekk... ini traveling nih sumpah.. racun.. dan skrng otak gw mulai mikir lagi.. bahwa gw akan melepas itu.. OMG..
belum lagi sekarang gw punya target traveling yg serius mau gw kejar..
Project 4 mata angin :D di mana gw mau ke 4 titik terluar Indonesia,
Gw mau ke suatu tempat di NTT, dan 1 lagi yg sepertinya masih memungkinkan untuk gw lakuin.. ada sesuatu yg mau gw coba di Bali wkwkwkwk..


Summary :  
Plan A : Married under 30    (❌)
Plan B : be a cool uncle    (✅)

so, are we going to plan B guyssss...?


Simple Manner

Jangan pernah datang/ikut ke undangan seseorang jika diundang terakhir.

Itu rule, itu manner...

Jika seseorang ngundang lu di saat-saat terakhir itu either dia lupa atau memang dia tidak mengharapkan kita untuk datang. Dia mengundang hanya sekedar formalitas saja supaya "yang penting gw udah ngundang"...

Itu manner..

Gw tau bahwa prinsip seperti itu sangat bisa untuk tidak disetujui, terlalu sensitif, terlalu manja... egois..tidak benar, salah paham..
tetapi cobalah liat juga dari perspektif orang lain...

Coba posisikan diri kalian sendiri, diundang sama org lain.."kami ada acara siang hari ini, mau join gk?"

Oke , gw perbaiki kalimatnya  "kami ada acara siang hari ini, bisa join gk?"..

Artinya, acara tersebut sudah direncanakan dan lu bukan part dari rencana tersebut.

lu bayangin, lu datang.. apalagi misalkan nih acaranya memiliki rules tersendiri misalkan dress code atau apa.. sudah dibahas acaranya apa...  lu datang.. berbeda sendiri.. planga plongo sendiri...

you're clown  and I'm not a clown.

Manusia

Yg namanya berubah menjadi lebih baik tentu butuh proses. Ada banyak hal yang bisa mendukung itu. Tetapi ada banyak hal juga yang bisa tanpa kita sadari bisa menjerumuskan kita ke jalan yang salah.

Ego...

Ego yang tinggi bisa menjerumuskan. Tidak semua hal yang kita yakini itu benar karena apa yang kita yakini itu hanyalah sebatas level pemahaman kita aja. Justru kita belajar untuk mendapatkan informasi tambahan dari luar untuk mendukung pengambilan keputusan kita supaya kita bisa menentukan langkah yang tepat.

Tetapi apa jadinya jika kita terlalu egois dan menutup kepala kita terlebih dahulu tanpa memberikan kesempatan informasi tambahan itu untuk masuk. Hanya karena ego kita, yg selalu bilang "gk.. gw yg bener".

Gw susah menjelaskan ini tetapi sebenarnya ini hal yang sederhana yang tidak bisa dipahami oleh kebanyakan orang. Hanya butuh waktu untuk sedikit menurunkan egonya dan menerima.

  • Tidak semua hal kita ketahui
  • Tidak semua hal kita "ahli"nya
  • Orang yang kita ajak bicara itu tentu memiliki kapasitas sendiri dan dia berada di sana tidak simsalabim.
  • Tidak semua bisa langsung kita harus tau semua... karena itu hanya mengubah focus kita.. ada waktunya untuk tenang dan membiarkan langkah demi langkah dan percayakan itu.

Oh Tuhan,
kadang gw sampai sekarang masih berpikir kenapa gw harus menjalani ini.. begitu banyak pengorbanan yang gw lakukan tetapi apa yang kembali ke gw..butuh hati yang sangat besar untuk menerima balasan seperti itu.

Ntah apa yang sedang Engkau rencanakan...apakah gw ini hanya sekedar alat untuk meluluskan orang lain...dengan gw sebagai injakannya?

Gw gk paham, apakah ini gw yang bodoh?

Gw bisa untuk cuek... tetapi gw kasian ya Tuhan sama orang-orang itu... 

Tetapi kenapa seakan itu menjadi tanggung jawab gw Tuhan?
Ini gk fair..!!

Hanya 1 cara untuk membuktikan ini, gw tau caranya.. tetapi kenapa seakan Engkau tidak mengizinkan itu??
 
Budi...
 
Gw sering banget ditolong sama orang, bahkan oleh orang yang tidak gw kenal sekalipun. Lebih-lebih lagi bahkan beberapa hal yang orang lain lakukan ke gw yg terkesan "jahat" pun gw anggap merupakan bentuk pertolongan yang dibrikan ke gw.
Kadang kita tuh gk bisa melihat apa tujuan orang lain terhadap kita. Mostly dari kita selalu berpikir negative terlebih dahulu. Kita terkadang tidak sadar bahwa apa yang orang lain lakukan itu untuk kebaikan kita sendiri. Tetapi again, apa yang kita lihat hanya sisi jahatnya saja. 

Tetapi ada juga yang lebih parah, bahkan ketika sudah diperjelas tujuannya..masih saja kita tidak paham.
Anyway, apapun itu kita tetap harus sadar ketika kita ditolong oleh orang lain dan sedari kecilpun kita sudah diajarkan..jika ditolong oelh orang laiin yah paling tidak tunjukkan penghargaan kita atas usaha yang orang lain tersebut lakukan. 

Sekarang,posisikan diri kita enjadi orang lain tersebut.. dan kita mengalami perlakuan yang tidak nyaman, tidak seharusnya kita dapatkan.. sanggup?

Saya gk paham yah Tuhan, ntah apa tujuan ini semua. Sampe harus segitunya kah hidup ini dijalani?dengan jalan seperti itu?
Siapa sebenarnya yang sedang dihadapi di sini.. manusia kah? atau iblis kah?

Jujur aja Tuhan.. gw udah capek banget.. kalau memang ini salah saya.. salah jalan yang saya tempuh..tunjukkan dan keluarkan saya dari sini.. Tetapi jika benar.. tunjukkan kebenaran itu...
Bertahun-tahun selama hidup saya berusaha mencari jawaban ini...saya capek sejujurnya ya Tuhan..

Sebuah Rangkuman Kecil(2)

Banyak banget yang sebenarnya terpendam, terkekang di kepala dan hati ini. Itu "baik" untukku tetapi gk akan "baik" untuk orang lain. Selalu saja begitu sedari dulu kesalahan yang gw lakukan. Ntah ajaran dari siapa yang seperti ini.

Banyak hal terpendam yang mau gw lakukan, tentu di luar solo travelling lagi :p.
OMG, solo travelling :D ... begitu banyak ketenangan... jiwa gw serasa terbebas dari segalanya..serasa gw diterima di dunia ini dan bisa membaur dengan damai. Gk ada yg mencela, gk ada yg memberikan penilaian buruk, gk ada yg kenal, banyak yang mau membantu...

huuaaaa.. so much fun..

Hal-hal besar, impian yang terkubur, keinginan yang terpendam.. masih terus membayangi. Gk ada 1 pun yg bisa memahami, yg bisa dibagi... Gw gk tau apakah masih memiliki nyali atau tidak untuk paling tidak memikirkan itu lagi. Begitu besar godaannya untuk terjerumus ke dalam lubang itu lagi.

..........
Gw udah lama berhenti menjelaskan diri sendiri kepada orang lain karena orang-orang hanya akan paham dari level pemahaman dia saja, tetapi ada pengecualian.
Ada orang yang masih kuharapkan paling tidak sedikit memahami, orang yang masih bisa membuat gw berharap untuk bisa melihat apa yang kulihat... salahnya adalah.. harapan itu kadang terlalu berlebihan...
Mungkin kalau diri gw dari masa lalu datang dan ketemu dengan gw masa ini, dia akan bilang "see, I told you.. jangan pernah berharap banyak pada manusia".

Menjadi pribadi yang tertutup itu sebenarnya menyenangkan... jika kau berada di lingkungan yang mendukung.. itu lebih tenang.. Masa di mana tidak ada 1 pun yang mengetahui siapa dirimu, masa di mana tidak ada hal yang perlu kau perhatikan, masa di mana tidak ada yang perlu kau kuatirkan, masa di mana tidak ada yang perlu korbankan dari dirimu untuk orang lain, masa di mana misteri menjadi bagian dari dirimu di mata orang lain.. masa di mana..orang-orang tidak menyadari keberadaanmu tetapi mereka hidup darimu...

hehhmmm.. apakah itu pilihan yang baik untuk kembali seperti dulu?atau..apakah cukup dengan sekarang saja, dengan segala tipu daya dan permainannya... terlihat kau sangat hebat dan sudah mulai bisa menikmatinya...

Putuskan, mau menjadi apa!

Sebuah Rangkuman Kecil

Gw sadar dan tau bahwa gk akan pernah bisa kita sebagai manusia bisa memenuhi ekspektasi semua orang, bisa menyenangkan semua orang. Tetapi yang bisa kita lakukan hanyalah berusaha sebaik mungkin yang kita bisa untuk menjadi yang terbaik dari versi kita saat ini.

Gw pribadi sedari kecil menyadari ini dan menuju ke arah seprti itu. Walau dengan segala banyak kesalahan yang gw lakukan bahkan terus menerus berulang tetapi paling tidak sampai saat ini gw masih berpegang teguh pada prinsip itu. Tetapi percayalah bahwa gw sungguh bertekat dan berpegang pada hal itu.

Itulah sebabnya kenapa jika ada sesuatu yang terjadi sama gw, di mana misalkan seseorang menilai gw salah yang tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya, atau dengan mudahnya menilai gw dengan salah itu membuatku terganggu.. tidak lain karena seakan semua usaha yang gw lakukan selama bertahun-tahun itu hancur hanya karena penilaian salah dari orang yang tidak tau apa yang udah gw lewati selama ini.

Seperti pedang bermata dua, di mana gw harus bersikap baik atau at least tidak menyinggung orang sementara orang lain bisa melakukan apapun ke gw tanpa memikirkan perasaan gw. Seakan gw udah berusaha "baik" ke orang tetapi yang gw harapkan adalah gw akan mendapatkan timbal balik yang serupa atau paling tidak gw hanya mengharapkan tidak diperlakukan dengan buruk. sesederhana itu.

Gw paham bahwa tidak semua orang bisa melihat niat baik, gw paham bahwa bisa saja ada orang yang memang sengaja melakukan sesuatu hal yang buruk kepada kita..apapun itu.. sebenarnya itu hak setiap orang...Tetapi, gw juga berhak untuk mendapatkan kehidupan yang baik, yang nyaman,yang menyenangkan, yang tenang, yang damai. Gw juga berhak untuk fight untuk itu, karena ada jiwa yang harus gw pelihara.

Sedari kecil gw menjalani hidup, banyak hal yang terjadi sama gw. Hal itulah yang memebntuk karakter gw saat ini... termasuk mungkin dengan segala emosi,mental, cara bicara, kepercayaan kepada orang lain dan lain sebagainya.

Gw adalah apa yang gw alami sedari dulu dan masih terus berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik.Dan dengan segala kekurangan gw, gw masih berusaha menjadi yang terbaik untuk di sekitar gw. Gw bukan dewa yang sempurna, yang tidak bercela, yang tidak bisa melakukan kesalahan.

Tetapi seakan semua orang berharap seperti itu tetapi sebaliknya mereka tidak bisa melakukan hal yang sama...Kenapa semua orang berharap untuk mendapatkan perlakuan yang menyenangkan tetapi seakan tidak mau melakukan hal yang kepada orang lain...itu gk fair!

Gw butuh seseorang yang bisa support gw secara mental, orang yang bisa mendampingi dan menasehati gw dengan baik, orang yang bisa memanjakan gw, orang yang bisa meredam gw, orang yang tidak memojokkan gw, orang yang bisa tetap mendukung gw dengan baik di saat gw jatuh, orang yang bisa mengkritik gw saat gw salah dengan cara yang baik , orang yang bisa memahami perasaan gw, orang yang tidak menyepelekan gw dengan perkataannya, orang yang tidak membuat gw merasa bersalah dan mau memaafkan kesalahan yang gw lakukan, orang yang justru membangun gw bukan sebaliknya, orang yang sabar menghadapi sakitnya gw, orang yang bisa mengalah sama gw di saat gw sedang tertekan, orang yang bisa melihat kesusahan gw, orang yang bisa bekerja bersama dalam mencari solusi untuk kepentingan bersama, orang yang mau berjuang bersama, orang yang bisa melihat perjuangan gw, orang yang bisa menurunkan egonya di saat ego gw yang tinggi, orang yang tidak selalu berpikir buruk tentang gw, orang yang bisa mempercayai gw, orang yang bisa mendampingi dan berjalan berdampingan dengan gw...

karena gw sakit... dan karena gw akan melakukan dan memberikan yang jauh lebih lagi kepada orang atas apa yang orang lakukan ke gw...
gw butuh keseimbangan seperti itu... gw butuh timbal balik seperti itu, karena gw percaya seperti itulah kehidupan, seperti itulah keseimbangan, seperti itulah sebuah hubungan...

Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah,apakah hal seperti itu ada? atau jika memang ada...
apakah saya pantas untuk mendapatkan itu?

Apa Memang Harus Begitu?


Pengen pergi, ngilang, ganti identitas, keluar dari lingkungan yang toxic dan memulai semuanya baru dari awal lagi..

Gw sebenarnya tidak perduli dengan apa yang terjadi sama gw karena perbuatan orang lain kepada gw, tetapi saya menjadi bertanya-tanya, apa memang harus begitu seharusnya manusia menjalani hidup?

Gw harus akui bahwa kehidupan gw sekarang, termasuk dalam keseharian gw dalam pekerjaan, mengharuskan gw menghadapi berbagai karakteristik orang, beraneka gender, umur,generasi dan isi kepala. Segala sikap, ego setiap orang harus gw hadapi. Kacaunya, apalagi di tengah dunia kerja, gw harus bersikap "baik" terhadap semuanya, bahkan jika itu sebenarnya sudah mengarah ke personal.

Beberapa bulan lalu, ada yang berbicara tentang pengorbanan ke gw.. sumpah itu hal yang sangat sulit dilakukan. Seakan itu mengharuskan gw untuk menjadi budak bagi semua orang. 
Gw diajarkan sedari kecil, itu juga yang gw yakini dariagama yang kupelajari bahwa kita harus memberikan kasih ke orang-orang. Gw berusaha memegang teguh itu bahkan dalam setiap keseharian gw. Bedanya mungkin, yang bisa salah, "kasih" itu tidak selalu harus diungkapka dengan kata-kata, kasih itu gk selalu harus tampak "indah" di depan orang-orang. Wujud kepedulian dan tindakan kita untuk kebaikan orang lain walau pahit sekalipun menurutku itu kasih.

"pengorbanan"... mau sampai kapan?
mau sampai kapan kita harus melakukan itu. 

Di saat kita selalu berusaha untuk berbuat baik ke orang sementara bukan terimakasih dan budi yang dikembalikan ke kita tetapi justru cemoohan dan fitnah.

Di saat kita berusaha untuk menjadikan orang lain lebih baik sementara tidak ada apapun yang kita dapatkan tetapi justru sebaliknya orang lain seakan berbuat seperti kacag lupa akan kulitnya.

Di saat kita berusaha untuk membina relasi yang baik, berkata-kata yang baik sementara orang lain bisa seenaknya bertutur kata yang menyinggung dan menyakiti kita.

Di saat kita tetap sabar menghadapi orang lain yang jahat ke kita, sementara orang lain tanpa ada rasa salah tetap dengan egonya yang selangit tidak ada itikat baik ke kita untuk memperbaiki itu.

Saya heran, gimana sih caranya orang bisa menjalani hidup, perkataan dan tindakan yang berbeda.

Saya heran, gimana sih cara orang menjalani hidup seakan tidak tau diri bahwa apa yang dia dapatkan saat ini tidak lepas dari bantuan orang lain...tetapi justru malah bersikap seakan semuanya dia lakukan sendiri. 

Apa aja yg gw gk mau..
orang yang egois, yang tidak mau ngalah.
orang yang munafik,perkataan dan perbuatan yang berbeda.
orang yang tidak bisa memperlakukan orang lain dengan baik apalagi jika kita sudah berusaha untuk berbuat baik kepadanya.

arrrggghhhhhhh... kepala gw sedari dulu penuh dengan hal-hal itu.. banyak bangetttt...

Gw sebenarnya gk perduli sama hal-hal itu.. tetapi bagaimana jika itu sudah merugikan gw? masak gw harus diam aja.

Gw gk ngerti salah gw apakah separah itu sampai orang lain berbuat begitu ke gw. Yang bisa seenaknya menyakiti dan menyinggung gw tanpa ada rasa bersalah apapun.  
Kenapa orang -orang bisa berbuat seenaknya ke gw, tetapi giliran gw yang melakukan itu.. seakan saya adalah orang paling jahat di dunia ini...
ahhh.. jangan sampai gw bahas kehidupan dunia kerja...

argghh... a lot of things...

Masih berusaha untuk tetap positif .. tidak usah memperdulikan orang yang toxic karena mereka akan keracunan sendiri nantinya. 

Ya Tuhan, Ya Bunda, saya masih berusaha... tetapi mohon maaf jika saya gagal...
Saya mohon bantuan kekuatan saja, supaya saya kuat dan sabar menghadapi semua ini...
Tetapi jika gagal.. saya mohon maafkan saya..

Ya Tuhan, Ya Bunda, saya benar-benar pengen ketemu, duduk diam di hadapan-Mu karena saya yakin Engkau tau semua yang ada di diriku...

Gk Paham Sama Manusia


Mau mulai dari mana yah, untuk menceritakan keresahan ini. Keresahan tentang segala hal yang dihadapi dalam hidup ini terutama tentang kerjaan secara khusus. Gw gk tau apakah gw bisa menceritakan segalanya di sini bukan karena tidak mau tetapi saking banyaknya concern gw.

Akhir-akhir ini gw semakin skeptis dengan tujuan gw dalam pekerjaan. Apakah tujuan, prinsip yang selama ini gw pegang itu benar atau salah. Apakah cara yang selama ini gw lakukan itu benar/salah. Banyak hal yang berkecamuk di kepala ini. 

Menjadi manusia yang baik di dalam dan di luar pekerjaan itu hal yang susah.

Gw gk pernah paham dengan kehidupan ini terutama dengan manusia yang ada di dalamnya. Mau bagaimana pun baiknya tujuan kita, niat kita tetap saja tidak semua orang memahami itu. 

Kita berusaha untuk bekerja bersama untuk tujuan bersama tetapi ada saja yang bisa berbuat seenaknya tanpa perduli dengan lainnya. Padahal dengan keegoisannya itu bisa berakibat buruk terhadap yang lainnya.

Kita berusaha membantu orang lain untuk ikut meningkatkan "dirinya" dengan cara baik-baik tidak berhasil , dengan cara yang keras malah dianggap seakan mereka yang menjadi korban. Padahal itu untuk mereka supaya mereka bisa menjadi lebih baik lagi... toh jika berhasil itu semua mereka juga yang merasakan utamnya. Mungkin kita bisa argue untuk itu.. "atas dasar apa gw berpikir bahwa cara gw yang terbaik?". Pertama , gw selalu membuka ruang untuk diskusi dan jika memang ada cara yang lebih baik maka dengan senang hati gw akan terima. Kedua, emang dipikir seseorang mencapai posisinya sekarang tuh tanpa tau apa-apa? mereka pasti punya sesuatu yang tidak orang lain miliki.

Kadang gw gk habis pikir dengan generasi orang-orang. Orang-orang yang tidak tau diri, yang tidak tau terimakasih, yang tidak tau membalas budi. Sudah dibantu, dididik, tapi malah mengumpat dan sumpah serapah di belakang. Tetapi jika sudah hebat... seakan-akan itu semua menjadi usahanya sendiri. Gw gk pernah paham bagaimana bisa menjalani hidup seperti itu... apalagi jika itu adalah seorang laki-laki. 

Gw suka dengan perdebatan jika memang tujuannya adalah untuk mencari jawaban/jalan keluar. Gw suka untuk memberi saran jika memang dibutuhkan. Tetapi gk semua orang siap dengan dengan itu. 

Orang-orang lebih mudah untuk menjudge begitu saja dengan keterbatasan informasi yang dia miliki. melakukan perdebatan dan penilaian terhadap orang lain dengan informasi,pengalaman dan perspektifnya sendiri. Seakan orang yang dihadapi itu tidak tau apa-apa.. padahal seperti yang gw bilang sebelumnya.. orang tersebut bukan tanpa alasan ada di posisi itu. Mereka hanya tidak paham apa yang mereka lakuin.

Yang diharapkan selalu maunya yang bagus-bagus, tetapi giliran diminta untuk memberikan usaha lebih untuk itu saja keberatan. Giliran mendapatkan sesuatu yang buruk langsung saja seakan manusia paling tidak beruntung di dunia ini adalah dia.

Gw juga heran dengan orang-orang yang mentalnya itu lemah, yang manja. Yang jika menhadapai kesulitan secuil saja langsung nyerah dan seakan merasa tertindas.

Terkadang gw iri dengan orang lain, yang bisa dengan mudahnya diterima oleh orang sekitarnya. Padahal gk tau aja bagaimana aslinya orang tersebut. Gw bingung sama manusia yang lebih memilih hal yang nampak indah di luar tetapi gk bisa melihat hal buruk di dalamnya, padahal itu sesuatu yang mudah sekali terlihat. Hehmm.. mungkin balik lagi, itu karena keterbatasan ilmu dalam memahami orang lain. 

Udahlah, gw jujur sudah letih banget sama ini. Gw gk masalah sama segala pandangan negatif itu, tetapi ntah apa yang salah sama gw sampai jika gw mengalami hal itu gw bukannya nyerah malah terus berusaha.. mungkin kasihan. tetapi again, hal itu seakan tidak ada artinya buat orang lain. 

Gw udah gk pernah perduli lagi dengan perkataan dan penilaian manusia. Gw gk perlu membuktikan apapun untuk mendapatkan penerimaan manusia. Yang gw lakukan saat ini adalah sesuai dengan yang kuyakini dan berpasrah sama penilaian Tuhan. Bagian yang paling sulitnya tetapi bukan itu, melainkan bagaimana caranya supaya gw tetap mempertahankan jalan yang gw pilih itu. Kadang gw berpikir satu-satunya cara untu membuktikan ini adalah dengan pergi begitu saja dan menyerahkannya kepada waktu yang membuktikan. Bukan menyerah, tetapi saya percaya seperti yang sudah-sudah, memang ada waktunya untuk berhenti untuk membuktikan ini dan membiarkan semuanya kembali lagi seperti semula. Karena pada akhirnya gw harus tetap menghargai hidup gw sendiri juga. Masalahnya adalah, gw gk tau apakah dengan segala hal yang kuhadapi selama ini, apakah menjadikan gw orang yang toleransi untuk menghargai diri sendirinya itu sudah terlalu tinggi sehingga segala rintangan itu seakan udah sama sekali gk gw anggap sebagai sesuatu yang menghina diri sendiri.

Berat untuk mengakui, bahwa ini adalah jawaban dari doa yang selalu saja kuucapin semenjak gw mulai bekerja. Katanya "jika kau berdoa meminta kekuatan, maka bersiaplah untuk diajak masuk ke medan perang".

Atau apakah ini hanya halusinasi gw aja, yang berpikir bahwa apa yang gw lakuin sudah benar. Bahwa gw sudah terlalu banyak berkorban untuk orang lain, bahwa gw terlalu perduli dengan orang lain dan melupakan diri sendiri. 

Gw bukan manusia super apalagi dewa. Banyak hal juga yang susah kuhadapi, banyak hal juga yang gw membutuhkan orang lain untuk membantu gw. Tetapi seakan dunia itu mengharuskan gw menjadi manusia yang hebat, yang sempurna gk boleh ada cacatnya. Di satu sisi mungkin orang akan berpikir bahwa itu hanyalah pemikiranku saja, tetapi kenyataannya tidaklah seperti itu. 

Sudahlah, gw udah berhenti menjelaskan diri sendiri ke orang lain, karena orang lain hanya melihat dari perspektif dan kemampuan mereka saja... Tetapi jika dilakukan seperti itu, tetap saja akan ada yang tidak puas...

Gw gk risih tapi.... gw hanya gk bisa paham aja sama pemikiran manusia.....

Ya Tuhanku... saya pasrah dengan segala kemampuan dan pemikiran yang Engkau berkahi ini..

Semangat An, belum waktunya, kita berdua tau tujuan kita.. semangat!!

Penyakit Tua

Akhirnya selesai juga rapelan nulis utangan di blog ini.. idup lagi kan blognya wokwokwok..
Mumpung libur lebaran walau kebanyak ngabisin waktu dengan netflix and chill plus demam besok akhirnya udah balik ke rutinitas normal lagi.

nanti deh yah part melownya.. lagi capek nulis... Tapi yang gw mau cerita kali ini adalah soal penyakit tua.. yupsss... gw udah mulai kena penyakit orang tua.. Maksudku adalah benar-benar penyakit orang berumur tua.

Sebenernya gw udah mulai sadari itu semenjak usia 30.. gw ngerasa bahwa metabolisme tubuh gw tuh udh gk kayak biasanya.. contoh di mana gw pernah ngetest bahwa gw gampang buncit dan berat badan gw susah turun.. yah.. anda tidak salah dengar, walau saya kurus tapi pointnya adalah saya pernah ngetest untuk nurunin berat badan.. dan itu susah.. Belum lagi ketakutan gw akan diabtes alias penyakit gula. Bukan karena gw ada keturunan tapi melihat banyaknya sekitaran gw yang meninggal dengan kondisi tidak baik karena diabetes. Makanya gw mulai jagaian makan gw, mengurangi gula dan olahraga.

Tapi itu tidak cukup. Tepat paskah kemarin.. sewaktu pulang kantor tiba-tiba gk ada angin dan ujan... sampai rumah gw demam.. lanjut keesokan harinya demam udah nurun giliran perut gw yang sakit melilit.. bukan maag.. percayalah gw tau beda maag dan sakit perut biasa. Besoknya lagi seharian pundak gw rasanya gk enak sekali ...penat banget dan sakit.. bahkan gw paksain olahraga pun tidak berdampak banyak...

hasil riset dan baca-baca arahnya ke 1 hal... kolesterol... busenggg..

Oke, gw gk minum obat apapun dan tidak cek sama sekali. Sampai akhirnya libur lebaran dan gw sakit lagi... flu dan batuk.. bikin gw mikir.. kenpaa gw jadi gampang sakit sekarang???apakah ini udah waktunya??? *waktunya nikah maksudnya* wokwokwokwok...


Akhirnya beberapa hari lalu gw ke apotek cari obat batuk sebenernya.. dan sekalian gw tanya apakah ada quick test koleterol dan dia bilang ada.. gass lah dan hasilnya apa sodara2???

Gw fix kena kolesterol!!!!

Si mbaknya bilang gw kena kolesterol karena angkanya 211.. normal seharusnya <200.. belum tinggi tapi udah kolesterol.. Untuk gula dan asam urat katanya gw normal.. 

Pointnya apa yang mau bilang di sini.. gw gk sesehat yang gw bayangin.. gw pikir gw udah cukup sehat selama ini...makanan gw cukup baik walau masih ada junk food.. Seafood maaf gw gk bisa ilangin karena hobi.. tapi tetap saja... artinya itu masih belum cukup untuk kesehatan gw.. ckckckckck..

ya sudahlah.. mau bagaimana lagi.. kita coba lebih sehat lagi yah...

1 more thing...
akhirnya 1 hal tercapai yang gw cita-citain selama ini wahahahahaha... setelah ini udah.. tinggal nikah...awokwokwokwok

Survive in Rote

February 2024,


Trip pertama di tahun 2024 dan gw mutusin ke pulau Rote, daerah titik nol selatan Indonesia. *ya ada sih niat mau bikin project 4 mata angin, jadi gw akan ngetrip ke 4 titik luar Indonesia*.

Rute kali ini tanpa persiapan lagi. Rutenya yaitu dari jakarta-Kupang ke pulau rote itu sendiri. Sehari sebelum berangkat gw cari tiket dan rutenya. Tiket aman lantas bagaimana cara dari kupang ke Rotenya. Usut punya usut katanya ada pesawat perintis dari Kupang ke Rote, tapi pas kucek di akun IGnya bandara saudeli sana. Saya agak lupa antara jadwalnya gk pas atau harganya yang gk pas. Pesawat reguler ada, tapi harganya mahal sedangkan pesawat perintis hanya seminggu sekali. Akhirnya gw mutusin untuk naik kapal aja yang kapal cepat bisa 2 jam aja.

Gw coba contact abang ojek sewaktu gw ngetrip ke Kupang, syukurnya dia balas dan siap nganterin gw ke pelabuhan dari bandara Kupang sana. Gw berangkat pagi dari jakarta dan sampai di sana jam 6. langsung ketemu sama abangnya dan cus ke pelabuhan karena jam 8 kapalnya udah berangkat dan gw no idea soal tiket kapal dan lainnya karena gw agak jarang naik kapal laut. 

Sekitar 45 menit akhirnya sampai di pelabuhan Kupang(Pelabuan Tenau). Sampai di sana gw cari tiket, sewaktu pesen dengan bahasa yang agak gk ngeh admin counternya bilang "pelabuhan Papela".. padahal tujuan gw pelabuhan Ba'a.. Ada apa ini gerangan????

Sampai akhirnya gw dijelasin sama ibu2 yang pesan di sana, bahwa pelabuhan ba'a sedang renovasi selama beberapa bulan dan semua kapal dialhikan ke pelabuhan papela. Hehmmm... bingung kan...
masalahnya gw pikir sampainya di pelabuhan ba'a yang mana itu semacam pusatnya kota Rote dan jaraknya gk jauh dari penginapan dan destinasi gw lain-lain.. Gw dah mikir macam2, apakah mau stay di sana atau akan cari tumpangan ke Ba'a karena jarak papela dan ba'a itu jauh sekitar 60 KM.

Akhirnya gw mutusin liat nanti aja bagaimana dan naik kapal dulu. Perjalanan pakai kapal feri kecil selama 2 jam. Gk berasa dan gk bisa dinimkati juga. harga tiket vip sekitar 200K. Sampai di sana sewaktu masih duduk di kapal, ada orang yang nawarin taksi.. kutanya berapa 100K dia bilang .. hehmm masak sih??

Akhirnya daripada gk ada gw ikut aja.. rupanya itu semacam mobil lokal yang dijadiin angkutan.. Jadi bisa ngangkut beberapa orang sekaligus bukan hanya 1 penumpang. Untuk harga 100K itu murah nurutku kalau di timur sana. Untuk jarak segitu murah. Abangnya juga mau bantu utk nganterin sampai ke penginapan dan bantu cari rental motor juga. Sekitar 2 jam akhirnya sampai ke penginapan dan abis itu gw istirahat sambil nunggu motor dianter.* yang dianter malah motor baru yang belum ada plat polisinya lagi*..

Hari itu sampai malam gw hanya muter disekitar penginapan dan rupanya memang dekat dengan pelabuhan Ba'a itu...

Keesokan harinya gw jalan pakai motor itu ke beberapa pantai. gw lupa pantai apa aja, seperti Nambarella,,telaga nirwana,Dombo dan apalagi. Rute menuju sana agak kurang petunjuknya dan harus lewat perkampungan.. pantai di sana bagus.... baguslah untuk healing dan merenung... skip part melownyaaa...

Keesokan harinya lagi, inilah trip dengan tujuan utamanya... gw akan ke titik nol selatan Indonesia.

Perjalanan ke sana susah akrena jalannya jelek banget. Ntah karena gw salah rute atau bagaimana yang jelas jalannya jelek dan gk layak untuk kendaraan sebenernya.  Di sana gw juga beberapa kali lewat jalan kampung yang dipageri *sepertinya memang sengaja dipagar supaya orang kalau lewat bayar*.

Akhirnya setelah perjalanan panjang sampai juga di sana.. Sekitar 5 kilo sebelum sampai ke titik nol-nya memang jalannya mulus diaspal..*baca berita sih setahun sebelumnya ada orang pemerintah yang datang, ini berarti rute yang gw tempu itu salah karena gk mungkin sepertinya kalau orang pemerintah yang lewat situ lewat jalan rusak.. sial.. kenapa gw harus selalu ketemu jalan yang rusak terus*..

Sebelum berangkat gw sempat liat IG dan yah agak judes dikit ngeliat ada account IG orang yang sampai di sana dan nangis haru saking bagusnya.. ya elahhhh..

Ternyata sampai di sana.. gw ikut terharu awokwokwowkwowk..

bagus banget dan berasa sentimentil.. ngebayangin bahwa itu perbatasan negara kita.. jauh di ujung sana yang titik terlalu diperhatikan negara. Begitu bagus dan indahnya tapi gk diperhatikan... Terharu rasanya apalagi di sana ada tiang bendera yang seakan menandakan "ini masih wilayah Indonesia".

Yang kusayangkan waktu itu adalah, gw gk bawa bendera gw sendiri. karena sampai di sana tuh benderanya dalam kondisi rusak parah mungkin karena hujan,angin jadi rusak.. kalau gw bawa pasti akan gw ganti dan gw kibarin bendera merah putih di sana. Waktu itu ,detik itu gw jadi orang paling selatan di Indonesia...huaaahhhh.. khereeennnnn... tapi eitsssss... gk jauh du ujung tebing sana gw liat ada nelayan lagi mancing wakakakakakaka...gk jadi deh..

gw samperin abangnya, rupanya lagi mancing.. dan tiba2 tiba ujan terpaksa gw harus neduh di gua pantai sana abis itu baru keliling... itu rasanya pas berasa di pinggir samudra pasific langsung...

Dikarenakan perjalanan yang susah akhirnya gw gk gitu lama di sana dan mutusin balik lagi.. dan yah.. susah payah akhirnya gw bisa keluar lagi dari daerah yang jalannya rusak itu.. Sebenernya jaraknya gk jauh.. hanya 30km aja dari Ba'a tapi jalannya itu loh yang rusak parah...

Sebelum balik ke penginapan gw masih sempet mampir2 ke pantai lagi daerah sepanajng rute gw balik. malamnya sama kayak sebelumnya gw jalan di sekitar penginapan sambil makan seafood di sana... orang-orang di sana ramah dan baik..

Besoknya sekitar jam 7 gw dijemput sama abang yang sebelumnya nganterin gw dari papela. Nganterin gw lagi balik ke Papela.. dengan model fast and furiousnya dia naik mobil kayak orang kesetanan.. hadeeehhhh.. gw masih mau idup oiii...

Akhirnya sampai pelabuhan gw cari tiket dan naik kapal yang sama lagi.
Sebenernya gw berencana balik ke jakarta hari itu juga, cuman karena jadwal kapla dan cuaca yang gk menentu dibandingkan dengan jadwal pesawat terakhir Kupang JKT gw mutusin untuk pesan tiketnya nanti aja deh sewaktu udah sampai Kupang. Eh rupanya jadwalnya pas... dan sebenernya gw masih bisa balik ke jakarta hari itu.. cuman saja tiketnya udah gk ada..

Akhirnya gw nginep sehari di Kupang.. anyway si abang ojek yang sebelumny ayang nganterin gw.,.. dia juga yang jemput gw dari pelabuhan tenau.
Di Kupang gw cobain hotel yang agak mahal... Sotis.. Di situ pengalaman pertama gw akhirnya bisa ke restoran dan nonton live music wakakakakaka... not bad...


Keesokan paginya, si abang nganterin gw ke bandara Kupang lagi dan balik ke Jakarta..sekiannn

kesanku.. mengharukan...itu yang kurasakan di Rote dan iya.. ada secuil perasaan bahwa gw pengen balik ke sana...Negara kita itu indah banget... sungguhhh..



















Survive in Banda Neira

Juni 2023,


Salah satu trip "mata uang" lagi setelah Kelimutu, kali ini entah kebetulan atau bagaimana gw mutusin untuk trip ke Banda Neira. Ntahlah apa lafalnya, Banda Neira, Naira,Nera atau Nira. 
Trip kali gw berangkat dari jakarta menuju Ambon maluku. Sebenernya gw agak ragu berangkat ke sini dikarenakan waktu yang mepet dan makin kesini gw tuh kalau ngetrip udah mulai kurang persiapan, selalu mepet sehingga tidak maksimal persiapannya.. jadi yah asal berangkat modal nekat aja.

Dikarenakan mepet waktu tentu yang jadi masalah adalah rute tercepat sampai ke sana. Setelah browsing akhirnya gw nemu bahwa ternyata ada pesawat menuju ke banda Neira lewat udara. Tapi usut punya usut tiketnya pun beli on the spot. Akhirnya setelah cari-cari instagramnya dan coba wa akhirnya dapat walau tidak ada kepastian apakah dapat atau tidak diakrenakan waktu keberangkatan yang mepet dengan waktu kedatangan pesawat jakarta-Kupangnya.

Akhirnya modal bodoh amat dan nekat, dengan plan B jika gk dapat pesawat itu ya udah jadinya ngetrip di Ambon aja. Sebenrnya ada rute lewat kapal tapi itu musti ke pelabuhan Ambon dulu dan jaraknya lumayan kalau dari bandara. Akhirnya pagi-pagi gw berangkat lah menuju Ambon dari jakarta sampai di badnara Pattimura Ambon.

Nah ini part serunya,
baru turun dari pesawat gw udah nerima whatsapp dari yang admin pesawat SAM Air. Anyway SAM Air ini pesawat perintis kecil yang buka rute dari Ambon ke banda Neira, pesawat semacam Susi Air gitu lah. jadwal penerbangan pun kalau gk salah seminggu 2x aja PP ambon banda. Rupanya gw masih ditunggu sama pesawat itu, gw diminta buru-buru menuju pintu keberangkatan karenapesawat sudah mau berangkat. yah sudah sambil berlari, untungnya gw gk bawa bagasi.. gw minta dia nunggu bentar. Akhirnya setelah lari cukup jauh gw sampai juga ke pintu masuknya. Dari situ gw udh kayak penumpang VIP semua diterabas karena dianter langsung sama orang SAM Airnya.

Sampai di counter gw diminta timbang tas gw termasuk gw sendiri. baru kali itu gw naik pesawat sampai ditimbang berat badan gw. Bener-bener pakai timbangan barang gw disuruh naik ke situ. Abis itu gw buru2 lagi langsung ke landasan, gk ada pengecekan lagi dan gw langsung disuruh naik. 
gk usah mikir ada nomor kursi dll.. karena begitu sampai di pesawatnya, itu ukurannya kecil, paling hanya muat 10 orang plus bagasi langsung di belakangnya. jadi bayangin aja angkot nah bedanya itu bisa terbang. Ada kernetnya yang duduk di belakang deket bagasi. Pilot hanya satu bahkan gw bisa liat pilotnya langsung.. ya, bener2 kayak angkot.. tapi bisa terbang. jangan lompat-lompat aja lu, mana tau dia goyang kan wkwkwkwkwk...

Lu bisa denger suara pesawat dengan jelas, dan terbang rendah.. asiknya lu bisa sesantai itu buka jendela dan liat pemandangan indah di bawahnya.. anyway masih dikasih snack loh wkwkwkwk.. Itu salah satu yang paling seru dari trip kali ini, pertama kali gw nyoba pesawat perintis macam itu. 

Akhirnya sekitar 30 menit sampai juga di bandara kecil banda Neira. Sampai di sana gw memasrahkan diri gw sama tukang ojek. Biar dia yang ngenterin gw nyari penginapan. Akhirnya gw dianterin sama dia ke penginapan. Awalnya gw agak skeptis karena di bayangan gw tuh Banda Neira itu semcam kota jadi gw bisa jalan2 di sana deket penginapan. tapi ini dianternya ke penginapan yang kok masuk-masuk gang gitu.. hehmm..ragu jadinya..

Akhirnya sampai di penginapan, yang ternyata pada akhirnya gw baru tau itu adalah penginapan yang cukup "beken" di IG karena sering jadi spot foto orang. Sampai di sana gw urus pembayaran.. hehmm.. "mahal" dan di sana gw kenalan sama seseorang yang akhirnya nemenin gw selama di Banda Neira. Rupanya dia datang liburan dari Ambon sama sekeluarga. gw dikenalin sama keluarganya istri,anak dan ponakannya yang sepertinya anak kuliah.. cowok anyway.

Dari situlah gw "ikut: itenerary mereka sekeluarga selama di Banda Neira. Yah walau bukan cuman gw yah..ada orang lain juga yang bukan keluarga yang ikut di situ. Hari itu gw gk kemana-mana hanya di penginapan. Penginapannya bagus loh, pas pinggir laut dan di depannya langsung gunung api banda. baguslah pokoknya.. jadi lu stay d penginapan aja udah cukup sebenernya. Anyway semua penginapan di situ rata2 pinggir laut semua, walau yang paling bagus dan ikonik gw rasa penginapan yang gw datengin itu deh.

Besok paginya agak menuju siang, kita berangkat island hoping. Bayar patungan ... yah apalah yang saya bisa ceritakan selain foto kalau soal island hoping.. cuman bedanya memang ada pulau yang kita datengin tepat posisinya di depan gambar di mata uang itu.. itu yang bagus... sungguh... bagus banget..Part melownya skip yahhhh...

Sampai agak sore kita balik lagi ke penginapan.. malamnya paling gw hanya jalan cari makan di sekitaran penginapan. Suasana malam di sana gk rame, di dekat alunalun ada semacam taman dan gereja tua.. paling anak-anak banyak yang nongkrong di sana sore sampai malam. 

Besoknya kita pagi-pagi mau najak ke gunung api Banda. Jujur ini gk ada di agenda gw.. gw sama sekali gk ada plan untuk nnjak. Cuman akrena udah diajak dan ya ayo.. mau apalagi.. akhirnya gw ikut..

Berangkay dari penginapan pakai kapal kecil untuk nyebrang ke kaki gunungnya *awalnya gw sepele karena ngeliat ini bukit deh bukan gunung*.. Tapi ternyata rutenya nanjak abis.. Butuh waktu 3 jam kalau gk salah untuk sampai ke puncak.. Pulangnya pun lebih susah karena justru turunan semua. Dari situ gw sadar bahwa kaki gw tidak sekuat yang gw bayangin karena kaki gw gemeteran sampai diminta istirahat sama orang.

Pemdangan dari puncak bisa keliatan semua kota Banda Neira.. sayangnya kita sampai ke puncak itu sudah siang karena ada perempuan juga yang ikut di situ jadi agak lama. 

Agak siang kita balik lagi ke penginapan... sorenya sebenernya diajak lagi ke Nailaka, cuman gw mutusin untuk gk ikut karena gw mau muterin Banda Neira dan pergi ke benteng Belgica, ini kayaknya benteng portugis dulu. Agak serem euy apalagi gw sendiri waktu itu.. Bener bener benteng, ngebayangin pas di atas benteng gw sebagasi serdaddu dan ngebayangin ada meriam dan adu tembak sama kapal yang bisa gw liat langsung ke laut sana.. nice... Sambil miterin benteng itu juga gw nyari tiket kapal, karena pesawat seperti yang gw bilang itu gk pas rutenya sama jadwal pulang.. jadi mau gk mau harus pakai kapal.

Untungnya dapat walau belinya agak jauh dari pelabuhan.. yah gpp, itung2 sambil muterin banda Neira.

Besoknya menuju ke Pelabuhan, yang mana kapalnya segeda gaban dan keliatan juga dari penginapan gw. masuk kapal dan sok-sokan sudah terbiasa walau takut.. gabung sama orang-orang dengan suasana kapal kelas ekonomi.. Lupa deh kayaknya bisa 4 jam deh baru sampai pelabuhan Ambon.

sampai pelabuhan Ambon gw naik ojek nyari penginapan yang gw pesen duluan lewat traveloka. Walau gw mau dianterin sama bapak yang sekeluarga di Banda Neira itu.. tapi karena beda kelas kapal jadi agak lama nunggu ya udah gw cabut duluan.. makasih anyway bapak dan sekeluarga..

Gw nginep sehari di Ambon. Jalan kaki sekitaran Ambon kota musik.. beneran kota musik tempat lahirnya Glen Freddly.. Di taman kota pun jelas ada gitar gede dipajang di sana.. Julukan ini kalau gk salah dapat dari UNESCO.

Keesokan paginya gw balik naik ojek menuju bandara Ambon ke Jakarta.. sekiannn...

Kesannya, Banda Neira bagus banget.. tenang untuk healing... 
Kata Sutan Syahrir, "jangan mati sebelum ke Banda Neira"